
Papua, kembali mencuri perhatian publik setelah resmi dilantik sebagai anggota
Komite Eksekutif Pembangunan Papua (BPP) oleh pemerintah pusat.
Pelantikan ini menandai langkah penting bagi percepatan pembangunan berkelanjutan di wilayah paling timur Indonesia itu.
Ribka Haluk dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan Papua yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang pemerintahan daerah.
Ia lahir dan besar di wilayah pegunungan tengah Papua, dan sejak muda aktif memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi perempuan Papua.
Ketegasannya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat membuatnya dihormati di berbagai kalangan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Perjalanan Karier dan Dedikasi untuk Papua
Sebelum dipercaya menjadi anggota Komite Eksekutif, Ribka telah menjabat berbagai posisi strategis di pemerintahan daerah.
Ia pernah menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Pemerintah Provinsi Papua.
Dalam masa jabatannya, ia mendorong terbentuknya kebijakan afirmatif bagi perempuan dan anak di wilayah terpencil,
termasuk program pelatihan keterampilan dan pendidikan literasi digital.
Tidak hanya aktif di pemerintahan, Ribka juga terlibat dalam sejumlah forum internasional yang membahas isu pembangunan berkelanjutan
dan hak-hak masyarakat adat. Ia kerap menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat,
serta lembaga pendidikan seperti Universitas Cenderawasih
dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul di Papua.
Visi dalam Komite Eksekutif Pembangunan Papua
Sebagai anggota Komite Eksekutif, Ribka Haluk menegaskan komitmennya untuk memastikan agar program pembangunan Papua berjalan adil dan tepat sasaran.
Ia menilai bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan manusia dan pelestarian budaya.
“Kita ingin masyarakat Papua menjadi subjek, bukan hanya objek pembangunan,” ujar Ribka dalam pidato pelantikannya.
Dalam menjalankan tugasnya, ia akan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, akses layanan kesehatan,
dan pemberdayaan ekonomi masyarakat adat. Ribka juga berencana mengoptimalkan kerja sama dengan lembaga pusat,
termasuk Kementerian Desa
serta Bappenas, untuk memperkuat sinergi kebijakan lintas sektor.
Inspirasi bagi Generasi Muda Papua
Keberhasilan Ribka Haluk dalam menembus jabatan strategis di tingkat nasional menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda Papua.
Ia membuktikan bahwa perempuan Papua mampu memegang peran penting dalam pembangunan bangsa dengan mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras.
Aktivis muda Papua, Maria Waropen, menyebut Ribka sebagai simbol keteladanan.
“Beliau bukan hanya pemimpin, tapi juga pendengar yang baik bagi masyarakat di akar rumput,” katanya.
Banyak kalangan berharap kehadiran Ribka dapat membawa angin segar bagi kebijakan pembangunan yang lebih inklusif di tanah Papua.
Dengan pengalaman panjang dan komitmen tinggi, Ribka Haluk kini diharapkan menjadi jembatan penting
antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata.


