Rahasia Kayu Soang, Material Rumah Panggung di Danau Sentani yang Tahan Ratusan Tahun

Info Sentani – Rumah panggung di atas permukaan Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, dikenal kokoh meski berdiri di atas air selama ratusan tahun. Rahasianya terletak pada material utama yang digunakan: kayu soang, jenis kayu endemik dari Pegunungan Cyclops.
Peneliti Pusat Riset Arkeologi Lingkungan Maritim dan Budaya Berkelanjutan BRIN, Hari Suroto, menyebut bahwa masyarakat Sentani telah lama memanfaatkan pohon soang (Xanthostemon novaguineense Valeton) sebagai tiang utama rumah panggung mereka.
“Kayu soang dipilih karena mampu bertahan ratusan tahun di dalam air dan tahan terhadap hama seperti rayap, penggerek kayu, serta cendawan pelapuk,” ujar Hari Suroto, Rabu (9/7/2025).
Tumbuh Puluhan Tahun, Diambil Sesuai Adat
Pohon soang memiliki diameter 15–20 sentimeter dan pertumbuhannya sangat lambat, membutuhkan waktu minimal 50 tahun untuk mencapai ukuran ideal sebagai tiang rumah. Karena langka, kayu ini telah dilindungi sejak tahun 1987.
Baca Juga : Polisi Ringkus Pelaku Penggelapan Motor di Jayapura, Awalnya Sewa Lalu Dijual Murah Lewat Facebook
Masyarakat Sentani juga memiliki aturan adat ketat dalam mengambil kayu soang dari Pegunungan Cyclops. Hanya kayu yang benar-benar tua yang boleh ditebang, dan lokasi pengambilan diturunkan secara turun-temurun.
“Kayu soang hanya digunakan sebagai tiang rumah, tidak boleh untuk fungsi lain,” jelas Suroto.
Tidak Dipotong, Hanya Dihiasi Ukiran Khas Sentani
Berbeda dengan kayu konstruksi biasa, masyarakat Sentani tidak memotong kayu soang menjadi balok. Mereka menggunakan bentuk alami pohon dan hanya menambahkan ukiran tradisional seperti motif manusia, kadal, ikan, dan bentuk geometris di permukaan tiang.
Hal ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sentani dalam menjaga hubungan antara alam, budaya, dan arsitektur tradisional yang bertahan hingga kini.




