Info Sentani — Anggota Komisi II DPR Papua, Johanes Markus Wakum, menyerap aspirasi warga dalam kegiatan Reses Tahap II di Kelurahan Waupnor, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (6/7/2025). Reses ini memfokuskan perhatian pada kebutuhan nelayan, petani, dan pelaku UMKM.

Nelayan Keluhkan Harga Ikan Tuna Terlalu Murah
Dalam dialog dengan masyarakat, keluhan utama datang dari kelompok nelayan yang menyoroti rendahnya harga beli ikan tuna dari koperasi, yakni Rp15.000 per kilogram. Mereka meminta agar harga tersebut dinaikkan menjadi Rp25.000/kg untuk meningkatkan pendapatan nelayan lokal.
“Harga sekarang tidak sebanding dengan biaya operasional di laut. Kami harap DPRP bisa memperjuangkan penyesuaian harga yang layak,” ujar seorang nelayan setempat.
Baca Juga : 7 Juli Yapen Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat
Aspirasi Sektor Pertanian dan Pariwisata
Selain nelayan, kelompok tani juga menyampaikan permintaan dukungan berupa bibit, pupuk, dan pendampingan penyuluh pertanian guna meningkatkan hasil panen. Sementara itu, masyarakat umum mendorong pemerintah untuk mengembangkan potensi pariwisata Biak sebagai sumber ekonomi baru dan pencipta lapangan kerja.
DPRP Janji Kawal Aspirasi Masyarakat
Johanes Markus Wakum menegaskan komitmennya membawa seluruh aspirasi ke dalam kebijakan nyata.
“Kami hadir untuk mendengar langsung suara rakyat. Semua aspirasi ini akan kami bawa dan kawal agar bisa diwujudkan melalui program pemerintah daerah dan pusat,” tegasnya.
DPR Papua menegaskan pentingnya menjaga kawasan tangkap ikan Biak-Supiori untuk melestarikan ekosistem laut dan menjamin keberlanjutan mata pencaharian nelayan lokal. Upaya perlindungan ini dinilai krusial agar sumber daya perikanan tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di wilayah tersebut.




