PSI Buka Pendaftaran Caketum hingga 23 Juni, Jokowi Beri Sinyal?

Info Sentani. Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi membuka pendaftaran calon ketua umum (caketum) hingga 23 Juni 2025. Pendaftaran ini merupakan bagian dari Pemilu Raya PSI yang akan memilih ketua umum baru secara terbuka dan berbasis partisipasi kader.
Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, mengatakan bahwa hingga kini sudah ada sekitar 140.000 kader yang telah diverifikasi dan masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sementara.
“Kami telah mengirim sekitar 250.000 undangan, 150.000 merespons, dan 140.000 telah lolos verifikasi. Proses ini terus berjalan,” ujar Andy dalam konferensi pers di DPP PSI, Selasa (17/6/2025).
Baca Juga : Kubu Jokowi Sebut Bisa “Chaos” jika Ijazah Asli Ditunjukkan ke Publik
PSI menargetkan proses verifikasi DPT selesai pada 3 Juli dan akan diumumkan secara resmi pada 10 Juli 2025.
Syarat Mendaftar Calon Ketua Umum PSI
Pendaftaran caketum PSI terbuka untuk siapa pun yang berstatus kader dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI. Selain itu, calon wajib mendapat dukungan minimal dari 5 DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) dan 20 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) PSI.
Bagaimana dengan Jokowi?
Menariknya, muncul kembali nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam bursa caketum PSI. Juru bicara PSI, Beny, menyatakan bahwa partainya terbuka jika Jokowi ingin mendaftar.
“Apakah Pak Jokowi akan mendaftar atau tidak, kita tunggu saja. PSI terbuka untuk semua kader,” kata Beny.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari Jokowi, sinyal politik sempat diberikan saat ia menyatakan tidak tertarik menjadi ketua umum PPP dan mengatakan secara spontan, “Saya di PSI aja,” sambil tersenyum.
Sebelumnya, Jokowi memang pernah menegaskan bahwa ia tidak tertarik menjadi ketua umum partai lain, seperti PPP, meski namanya sempat disebut-sebut.
Caketum Baru Segera Daftar
PSI juga menyebut akan ada tokoh yang segera mendaftar sebagai calon ketua umum. Meski identitasnya belum diumumkan, proses seleksi internal disebut sudah mulai mengerucut.
“Siapa pun yang akan mendaftar, termasuk Pak Jokowi jika bersedia, pasti akan melalui proses terbuka dan demokratis,” ujar Beny.




