
1. Politeknik Imigrasi (Poltekim)
Poltekim berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Sekolah ini menyiapkan lulusan menjadi calon pejabat imigrasi. Meski prospeknya jelas, jumlah pendaftar masih kalah jauh dibanding sekolah kedinasan populer.
2. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip)
Masih di bawah Kemenkumham, Poltekip mendidik calon aparatur di bidang pemasyarakatan. Fasilitasnya lengkap, tetapi jumlah peminatnya tergolong rendah.
3. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
STMKG mencetak ahli meteorologi dan klimatologi. Meskipun perannya sangat penting, tidak semua pelajar tertarik karena bidang ini dianggap sulit.
4. Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) Cabang Daerah
Beberapa kampus cabang AMG masih sepi pendaftar. Padahal, kebutuhan tenaga ahli cuaca dan iklim terus meningkat.
5. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung
Sekolah ini fokus pada industri tekstil yang strategis bagi ekonomi nasional. Namun, peminatnya masih jauh lebih sedikit dibanding jurusan teknik lain.
6. Politeknik Penerbangan Palembang
Meski peluang karier di dunia aviasi terbuka lebar, Politeknik Penerbangan Palembang belum terlalu banyak dilirik.
7. Politeknik Penerbangan Surabaya
Sama seperti di Palembang, sekolah ini menyiapkan tenaga ahli penerbangan. Sayangnya, jumlah pendaftar masih di bawah ekspektasi.
8. Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun
API Madiun mendidik calon tenaga kerja di bidang transportasi kereta api. Dengan perkembangan jalur kereta di Indonesia, prospeknya besar meski peminat belum membludak.
9. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)
Poltek SSN berada di bawah Badan Siber dan Sandi Negara. Fokusnya pada dunia keamanan siber. Walaupun bidang ini modern, pendaftar masih relatif sedikit dibanding sekolah kedinasan umum.
10. Politeknik Statistika STIS
STIS mencetak ahli statistik untuk Badan Pusat Statistik (BPS). Meski peluang karier jelas, jumlah pendaftar tidak sebanyak sekolah kedinasan populer lainnya.
Baca Juga :
Fakta-fakta Pesawat Angkut Istri Pj Gubernur Tergelincir di Bandara Papua
Kesimpulan
Menentukan pilihan sekolah kedinasan tidak harus selalu mengikuti tren. Justru, sekolah yang sepi peminat bisa menjadi peluang emas. Selain persaingan lebih longgar, prospek kerja para lulusannya juga menjanjikan.


