Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Tradisi Mahar Miliaran di Sentani, Antara Kebanggaan Budaya dan Tantangan Ekonomi

BRIMO

Uang Panai-Mahar Miliaran Rupiah, Simbol Penghargaan Wanita Bugis-Makassar

Sentani — Tradisi mahar dalam pernikahan adat di Sentani, Kabupaten Jayapura, kembali menjadi sorotan publik setelah mencuatnya kabar mengenai permintaan mahar bernilai hingga miliaran rupiah. Kasus ini menimbulkan diskusi hangat di kalangan tokoh adat dan masyarakat, terutama karena dianggap mencerminkan perubahan nilai dalam budaya lokal yang mulai bergeser ke arah materialistis.

Dalam adat Papua, mahar atau “belis” memiliki makna simbolis sebagai bentuk penghargaan terhadap keluarga perempuan. Namun, tren meningkatnya nilai mahar di Sentani beberapa tahun terakhir dinilai telah menimbulkan ketimpangan sosial di tengah masyarakat. Beberapa warga bahkan mengaku kesulitan menikah karena tidak mampu memenuhi permintaan mahar yang fantastis.

Baca juga: Kasus mahar senilai Rp3 miliar yang melibatkan Kakek Tarman

Tokoh adat setempat, Yafet Wenda, mengatakan bahwa nilai mahar seharusnya tidak dijadikan ukuran gengsi atau status sosial. “Mahar itu simbol penghormatan, bukan ajang pamer kekayaan. Kalau terlalu tinggi, anak muda akan sulit menikah,” ujarnya saat ditemui di Kampung Asei. Ia menambahkan bahwa Dewan Adat Sentani berencana menggelar pertemuan khusus untuk membahas batas wajar nilai mahar sesuai kondisi ekonomi masyarakat.

Pemerhati budaya dari Universitas Cenderawasih menilai perubahan ini merupakan dampak dari meningkatnya arus modernisasi dan pergeseran nilai-nilai komunitas. Mereka mengingatkan agar kebijakan adat tetap mengedepankan asas keadilan dan kekeluargaan. “Budaya harus hidup sesuai zaman, tapi jangan kehilangan esensinya,” ujar salah satu dosen antropologi.

Masyarakat kini berharap agar dialog adat yang direncanakan bisa menghasilkan kesepakatan baru yang lebih bijak. Tradisi mahar yang awalnya dimaksudkan sebagai wujud kasih sayang dan penghormatan, diharapkan bisa kembali ke makna aslinya tanpa menimbulkan beban bagi generasi muda Sentani.

Kategori: Adat, Budaya, Sentani, Papua, Indonesia

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *