Gubernur Bali, Wayan Koster, mengaku kewalahan menghadapi banjir yang melanda pulau ini. Salah satu penyebab kesulitan penanganan adalah pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat hingga 24 persen, yang berdampak pada anggaran penanganan bencana.

Dampak Pemotongan Dana

Potongan dana membuat pemerintah provinsi kesulitan menyalurkan bantuan logistik, memperbaiki infrastruktur rusak, dan menambah personel untuk evakuasi warga terdampak. Beberapa fasilitas umum dan rumah penduduk belum sepenuhnya tersentuh bantuan akibat keterbatasan anggaran.

Kondisi Banjir di Bali

Banjir melanda berbagai kabupaten, termasuk Denpasar, Badung, Gianyar, dan Karangasem. Curah hujan ekstrem, dikombinasikan dengan aliran sungai yang meluap, menyebabkan ribuan rumah terendam dan warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman.

Respons Pemerintah Daerah

Meskipun anggaran terbatas, pemerintah provinsi tetap menyalurkan bantuan melalui posko darurat. Tim SAR, TNI, Polri, dan relawan bekerja sama mengevakuasi warga, menyalurkan makanan, air bersih, dan obat-obatan, serta membersihkan area terdampak banjir.

Permintaan Koster kepada Pusat

Gubernur Koster meminta pemerintah pusat untuk segera mencairkan dana tambahan atau mengurangi pemotongan agar penanganan banjir lebih optimal. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pusat dan daerah agar korban terdampak bisa mendapatkan bantuan cepat.

Kesimpulan

Pemotongan dana transfer pusat hingga 24 persen membuat Bali kewalahan menangani banjir besar. Gubernur Koster mengimbau bantuan tambahan dan koordinasi lebih intensif antara pemerintah pusat dan daerah agar warga terdampak dapat segera terbantu dan risiko bencana bisa diminimalkan.