Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jayapura menyebutkan, lebih dari 300 warga terpaksa mengungsi ke posko darurat. Selain itu, akses jalan utama Jayapura–Sentani juga sempat terputus karena tumpukan material lumpur dan kayu yang terbawa arus.
Menurut Kepala BPBD, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan untuk membantu evakuasi. “Kami prioritaskan keselamatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Bantuan logistik seperti makanan siap saji, obat-obatan, serta selimut juga mulai disalurkan,” ujarnya.
Baca Juga : Sajian Pesta Literasi Indonesia 2025 Sambangi 12 Kota, Bogor hingga Jayapura
Kejadian banjir bandang ini mengingatkan peristiwa serupa pada 2019 yang menelan banyak korban jiwa. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat musim penghujan di Papua masih berlangsung hingga akhir tahun.
Kategori: Bencana Alam, Papua, Jayapura
Tags: Sentani, banjir bandang, pengungsian, BPBD, Jayapura
Topik: Banjir Papua, Penanggulangan Bencana, Berita Daerah














