Info Sentani – Duka mendalam akibat meninggalnya Juliana Marins (26) saat mendaki Gunung Rinjani di Lombok, Indonesia, kini berubah menjadi simbol penghormatan nasional di tanah kelahirannya, Brasil. Pemerintah Kota Niteroi secara resmi akan mengabadikan nama Juliana sebagai nama jalur pendakian dan titik pandang di kawasan wisata Praia do Sossego, lokasi yang dikenal sebagai tempat favorit almarhumah semasa hidup.

Peresmian “Trilha Juliana Marins” dan “Mirante Juliana Marins” dijadwalkan pada Selasa, 8 Juli 2025, dengan pemasangan plakat permanen sebagai penanda lokasi.
Wali Kota Niteroi, Rodrigo Neves, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan wujud solidaritas dan penghormatan seluruh warga.
“Kami mengikuti perjuangan pencarian Juliana. Kasus ini menggugah seluruh kota dan menyatukan kami dalam rasa kehilangan,” ujar Neves.
Pemakaman Dihadiri Ibu Negara Brasil
Pemakaman Juliana pada Jumat (4/7/2025) dihadiri tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga ratusan warga, serta tokoh nasional seperti Ibu Negara Janja da Silva dan Menteri Kesetaraan Rasial, Anielle Franco. Antrean panjang warga mengular sejak pagi, banyak di antara mereka tidak mengenal Juliana secara pribadi, namun merasakan duka melalui pemberitaan.
Baca Juga : Jadi Sorotan Nasional, Pemakaman Juliana Marins Dihadiri Ibu Negara Brasil
“Saya datang untuk menunjukkan bahwa rakyat Brasil berduka bersama keluarga Juliana,” ucap Ana Paula, warga lokal yang ikut memberi penghormatan.
Dibahas dalam Pertemuan Tingkat Presiden
Perhatian terhadap kasus ini bahkan menjangkau tingkat diplomatik. Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva. Beliau akan membahas tragedi ini saat bertemu dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kunjungan bilateral di Brasília, Rabu (9/7/2025).
Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Aloysio Gomide Filho, menyebut pembahasan itu sebagai bentuk penghargaan atas upaya penyelamatan yang dilakukan Indonesia.
“Jika dibahas, ini untuk menyampaikan apresiasi Brasil atas bantuan dan koordinasi dari pemerintah Indonesia,” jelasnya.
Warisan Duka Jadi Pengingat
Kementerian Luar Negeri Brasil (Itamaraty) menambahkan bahwa koordinasi evakuasi Juliana berjalan baik meskipun sempat terkendala cuaca ekstrem. Kini, dengan diabadikannya nama Juliana di alam yang ia cintai, duka masyarakat Brasil berubah menjadi penghormatan abadi.




