Iran Desak Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang Darurat Setelah Serangan Udara AS

Info Sentani – Pemerintah Iran secara resmi mengajukan permintaan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menggelar sidang darurat menyusul serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap tiga fasilitas nuklir utama di Iran. Permintaan tersebut disampaikan Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, pada Minggu (22/6/2025).
Dalam surat yang dikirim ke markas besar PBB di New York, Iravani menyebut serangan AS sebagai “ancaman serius terhadap perdamaian dan stabilitas global”. Ia menekankan bahwa tindakan militer sepihak Washington tersebut telah melanggar hukum internasional, khususnya Piagam PBB dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Baca Juga : AS Serang Iran, Akankah Rusia dan China Bantu Teheran?
“Serangan ini terjadi saat situs nuklir Fordo, Natanz, dan Isfahan sedang berada dalam pengawasan langsung Badan Energi Atom Internasional (IAEA),” tulis Iravani. Ia menuding AS telah mengabaikan prinsip-prinsip diplomasi dan justru memicu eskalasi baru di Timur Tengah. Meski demikian, tidak ada bukti visual atau teknis yang disertakan dalam surat tersebut terkait klaim aktivitas IAEA di lokasi serangan.
Iran Minta Pertanggungjawaban AS di DK PBB atas Serangan ke Situs Nuklir
Serangan udara yang diklaim Presiden AS Donald Trump telah menghancurkan situs nuklir Fordo dilakukan pada Sabtu (21/6/2025) malam waktu setempat. Trump mengungkapkan bahwa enam bom penghancur bunker dan 30 rudal Tomahawk digunakan dalam operasi tersebut.
“Fordo sudah lenyap,” tulis Trump melalui platform Truth Social. Ia menyebut serangan ini sebagai tanggapan atas ketegangan nuklir yang terus meningkat antara Iran dan Israel, serta sebagai bentuk tekanan maksimal terhadap program nuklir Iran.
Iran sendiri tidak tinggal diam. Beberapa jam setelah serangan AS, militer Iran melancarkan serangan balasan ke Israel, menargetkan Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv. Militer Iran menyatakan bahwa mereka meluncurkan 30 rudal dalam dua gelombang sebagai bagian dari Operasi True Promise 3.
“Iran telah mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan para pelaku tidak lolos dari hukuman,” tegas Iravani dalam suratnya.
Permintaan Iran untuk sidang darurat DK PBB ini dipandang sebagai upaya internasional untuk menekan AS dan membentuk opini global terhadap tindakan militer sepihak. Belum ada konfirmasi dari pihak PBB terkait jadwal pelaksanaan pertemuan tersebut.




