Kondisi Terbaru 3 Fasilitas Nuklir Iran Usai Diserang Israel: Apakah Ada Kebocoran Radiasi?
:quality(80)/https://silo.kompas.id/wp-content/uploads/2021/01/Iran-Missile-Drill_93996394_1611620738.jpg)
Info Sentani. TEL AVIV – Serangan militer Israel ke tiga fasilitas nuklir utama Iran : Natanz, Isfahan, dan Fordo pada Jumat (13/6/2025) menandai eskalasi serius dalam konflik Israel-Iran. Operasi ini disebut sebagai upaya strategis untuk menghentikan program nuklir Iran, yang oleh Israel dianggap sebagai ancaman eksistensial.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa serangan ini adalah langkah preventif. “Kami tidak bisa menunggu lebih lama. Ini tentang eksistensi kami,” ujar Katz.
1. Natanz: Sentrifus Lumpuh, Ada Kontaminasi Terkendali
Fasilitas Natanz di Iran tengah menjadi target utama. Dua pejabat AS kepada CNN menyebut serangan itu memutus total aliran listrik ke ruang bawah tanah tempat ribuan sentrifus memperkaya uranium.
Citra satelit memperlihatkan asap tebal dari beberapa titik. Gedung listrik utama dan generator cadangan ikut hancur. Meski ruang bawah tanah tidak terkena langsung, hilangnya daya membuat operasi sentrifus terganggu. IAEA mengonfirmasi kontaminasi radiologi internal, namun tidak ada kebocoran radiasi ke luar fasilitas.
Baca Juga : Perundingan Nuklir Iran Gagal, AS Tarik Pasukan dari Timur Tengah
Menurut data Nuclear Threat Initiative (NTI), Natanz memiliki kapasitas menampung hingga 50.000 sentrifus.
2. Isfahan: Iran Klaim Kerusakan Minim, Israel Sebut Signifikan
Iran menyatakan kerusakan di Isfahan tidak berdampak besar karena alat penting telah dipindahkan sebelumnya. Namun, IDF mengklaim sebaliknya—kerusakan cukup besar dan memiliki bukti intelijen bahwa Isfahan digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Isfahan merupakan pusat nuklir yang dibangun dengan bantuan China sejak 1984 dan memiliki tiga reaktor kecil serta ribuan tenaga ahli.
3. Fordo: Serangan Gagal Tembus, Tapi Jadi Ancaman Serius
Fasilitas Fordo di wilayah pegunungan Qom relatif aman dari serangan. Menurut IAEA, tidak ada kerusakan besar. Iran menyatakan berhasil menjatuhkan drone Israel yang mendekati lokasi.
Namun, kekhawatiran tetap tinggi. Pada 2023, IAEA menemukan uranium yang diperkaya hingga 83,7 persen—hampir mencapai tingkat senjata nuklir. Analis menyebut, meski pintu masuk Fordo bisa rusak, fasilitas bawah tanah tetap sulit dihancurkan.




