Mengapa Laki-Laki Bersikap Manis Sebelum Ghosting Pasangannya? Ini Penjelasan Fenomena Ghosting yang Perlu Diketahui

Info Sentani. Sentani – Fenomena ghosting dalam hubungan romantis semakin sering terjadi, di mana seseorang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Banyak perempuan yang merasa terlena dengan perlakuan baik atau manis yang diberikan pasangan atau teman kencan mereka, hanya untuk kemudian dibiarkan begitu saja tanpa penjelasan. Lalu, mengapa laki-laki sering bersikap sangat manis sebelum tiba-tiba ghosting? Simak penjelasan berikut.
1. Ketidakmampuan Menghadapi Konflik
Lucy Rowett, seorang pelatih seks dan hubungan, menjelaskan bahwa perilaku manis ini sering kali berasal dari ketakutan laki-laki dalam menghadapi konflik atau perasaan sulit. Banyak pria yang merasa tidak bisa menolak seseorang dengan cara yang jelas dan tegas. “Tidak banyak dari kita yang diajarkan cara menolak dengan baik,” kata Rowett, seperti dikutip dari Cosmopolitan. Akibatnya, mereka berusaha menghindari perasaan bersalah atau takut menciptakan ketegangan dalam hubungan. Fenomena ghosting pun seringkali muncul sebagai cara mereka menghindari konfrontasi dan menjaga diri dari perasaan bersalah yang datang dengan perpisahan yang jelas.
Baca juga: Pentingnya Komunikasi yang Sehat dalam Hubungan
2. Takut Dicap Sebagai ‘Si Jahat’: Fenomena Ghosting dan Alasan Laki-Laki Menghindari Konflik
Fenomena ghosting sering kali muncul karena banyak laki-laki merasa takut dicap sebagai orang yang menyakitkan atau kejam ketika harus mengakhiri hubungan. Karena itu, mereka memilih untuk menunjukkan sikap yang baik dan perhatian pada pasangannya hingga saat terakhir. Hal ini bukanlah tanda cinta atau keinginan untuk melanjutkan hubungan, melainkan sebagai cara untuk menghindari konfrontasi dan rasa bersalah.
3. Strategi Untuk Menyabotase Hubungan: Fenomena Ghosting dan Cara Menghindarinya
Rowett juga mengungkapkan bahwa beberapa laki-laki (dan perempuan) secara tidak sadar menyabotase hubungan mereka agar pasangannya yang mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan. “Mereka melakukan hal-hal yang tidak disadari yang membuat hubungan terasa tidak seimbang, atau berharap pasangannya yang akhirnya merasa tidak cocok dan memilih untuk mengakhiri hubungan,” tambah Rowett. Fenomena ghosting ini pun menjadi salah satu cara mereka menghindari rasa bersalah atau konflik yang muncul dari sebuah perpisahan.
4. Ketidakmampuan dalam Komunikasi Relasional
Secara sosial, banyak laki-laki tidak dibekali dengan keterampilan komunikasi yang baik dalam hubungan romantis. Keterampilan relasional ini penting untuk bisa menyampaikan perasaan, mengelola konflik, dan memahami apa yang diinginkan pasangan. Kurangnya keterampilan ini dapat menyebabkan laki-laki enggan untuk terbuka dan jujur mengenai perasaan mereka, yang akhirnya berujung pada ghosting.
5. Harapan Palsu dan Penyangkalan Perasaan
Menurut Rowett, laki-laki sering menumbuhkan harapan palsu dalam diri mereka sendiri sebelum menghilang. Mereka mungkin berharap bahwa jika mereka memperlakukan pasangan dengan baik, perasaan atau dinamika hubungan akan berubah, atau mereka dapat mengubah pandangan pasangannya. “Mereka mungkin berpikir bahwa jika mereka mencoba sepenuh hati, perasaan itu akan berubah,” ujar Rowett. Harapan palsu ini sering kali menjadi penyebab utama mengapa mereka tetap menunjukkan sikap manis meski hubungan sudah tidak sehat.
Baca Juga : Siapakah Cinta dalam Hidup Elon Musk?
Mengapa Perilaku Ini Tidak Sehat dalam Hubungan?
Sikap manis sebelum ghosting memang dapat membingungkan, tetapi penting untuk diingat bahwa ini bukanlah perilaku yang sehat dalam hubungan. Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat dan sehat. Menghindari konfrontasi atau menyembunyikan perasaan hanya akan memperburuk keadaan dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Fenomena laki-laki yang bersikap manis sebelum ghosting lebih banyak disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menghadapi konflik, ketakutan akan perasaan bersalah, dan kurangnya keterampilan komunikasi dalam hubungan. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap individu, baik pria maupun wanita, untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik dalam hubungan agar bisa menghindari ghosting dan menciptakan hubungan yang lebih sehat dan jujur.




